Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 April 2019

NINA




Assalamu'alaikum, Nin. Apa kabar? kamu kangen aku ya? apa aku yang kangen kamu? πŸ˜‰

*****

"Janji ya, Nin, bakalan ingetin pas aku salah gausah sungkan. Langsung aja. Kita kan konco plek."

"Ga selamanya juga, Ain, bisa ingetin. kan SMP kita bakalan pisah. Harus belajar sadar diri."

"Eh, pisah sekolah aja ya, kita kan tetep konco. Ketemu di madrasah juga jangan salah. eh udah deh nggak enak ngomongin pisah-pisah."

*****
" Kenapa?"

"Sakit."

"Izin yukk, aku bilang Bu Guru."

Dia muntah di kelas. Nggak tega lihatnya. Besoknya nggak masuk.

*****

Entah pada hari keberapa dia nggak masuk, dari kelas aku lihat adiknya dijemput. Dan kabar dukapun disampaikan. Nina meninggal, karena sakit.

*****
Dia udah duduk manis banget di tangga pendek kelas 3 banat. Cantiiiiiiiiiiiik bangetttttt. Pake baju warna hijau pupus bermotif. Dia nyium aku. Aku peluk, terus aku ajak jajan bakso cilok gak mau.

"Nin, kok pinter banget bisa ngitung jumlah tasydid di surat Al-Fatihah? Neng Dzur sampe muji loh."

Dianya cuma senyum doang sambil nunjuk jidatnya.

"Kok cantik banget si hari ini, tularin."

Dia nyium aku lagi. Dan aku meluk dia lagi.

Aku Terbangun sambil nangis, inget kalo dia udah nggak ada. Mimpi itu tepat datang setelah malam peringatan 7 hari meninggalnya. Terima kasih udah pamit dengan manis, item manisku.

*****
Nin, aku ketemu ibumu. Maaf aku pelupa kalau kau tanya kapan. Tepatnya dia sedang duduk di kursi saat acara imtihan. Kalimat yang sama setelah bersalaman, yang selalu dia katakan, "Anakku, wes segedhe iki yo, Nduk."

"Enggeh, Sehat buk?"

Dan seperti biasa dia cerita dengan matanya yang memendam rindu padamu. Rasa bersalah kadang ada saat aku bertemu ibumu. Karena mungkin mata sedih itu karena melihat aku dia jadi ingat kamu. Tapi aku hanya mampu menggenggam balik sampai ibumu melepas genggamnya. Maaf, hanya itu.

Itulah terakhir kalinya, Nin. Lalu kabar duka ku dengar.

   *****

Nina, Maaf telah mengikatmu dengan janji. Dan terima kasih telah menepati sampai saat ini. Aku sayang kamu, Nin.

Khusushon ila rukhi Khaninnatur Rokhmah, Al-Fatihah.....

Senin, 10 Desember 2018

KESALAHAN

Assalamu'alaikum warokhmatullahi wabarokatuh

----

Pagi ini aku mengawalinya dengan sebuah kesalahan. Sudah jelas belum daftar paket internet main langsung aktifin data seluler dan modyar sudah pulsa 15k dalam sekedjap. Kesalahan berikutnya adalaha ngomel ke operator padahal denger juga enggak dianya, "kenapa nunggu habis pulsa lima belas ribu dulu baru ada pemberitahuan, woi,"

Semalem, karena panas dan berkeringat, memutuskan untuk mandi setelah beberes rumah. Akhirnya hari ini sakit dan gabisa aktitas seperti biasa. Sudah ketebak sih bakalan sakit, tapi nggak nyangka ekstrim juga sampai gak masuk. mungkin efek kecapean beberapa hari yang ditumpuk.

Kemarin lusa, sudah tahu perut bakalan bermasalah kalau makan mangga, dilahap juga meskipun sepotong. Sebuah drama bolak-balik kamar mandi terjadi dalam beberapa episode. Endingnya meringkuk di kasur.
kuingin marah, melampiaskan, tapi ku hanyalah sendiri di sini

Beberapa bulan yang lalu, aku memutuskan kembali mencicipi nasi stelah hampir 3 bulan bercerai. KESALAHAN BESAR. Karena ketidak konsistenan ini akhirnya aku rujuk dan jatuh cinta kembali dengan nasi. Padahal udah banyak baget efek positif yang dirasakan. Hanya bisa meratapi, karena setiap mau cari gara-gara biar cerai, eh ada aja yang ngademin. Kan.....

muakkkkk denganmu

Dan beberapa tahun yang lalu, sebuah kesalahan karena aku terlalu yakin dengan pilihan, padahal sudah jelas pilihan itu bersandar pada egoisme semata. Dan aku melewatkan sebuah kesempatan dan menjadikan beberapa tahu sebelumnya hanya menjadi sebuah perjalanan yang sekadar jalan saja. 

Yaps, sejak saat itu aku mulai membiasakan diri untuk belajar dari hal apapun, termasuk belajar dari sebuah kesalahan. Bahwa apa yang aku yakini tidak selalu baik. Bahwa ada konsekuensi disetiap ketidak konsistenan. Bahwa sadarpun tidak cukup ketika tidak dibarengi dengan ketegasan pada diri sendiri. Dan bersikap cuek akan kesehatan itu fatal akibatnya. 



Aku mitap dulu sama Dhe Pijat,
Wassalam.
πŸ’•

Jumat, 19 Oktober 2018

Teruntuk Kamu Yang Masih Rahasia



Assalamu’alaikum... Iya, Kamu, yang masih rahasia sampai saat ini.

Lamanya kedatanganmu, tak apa, mungkin kamu sedang menyiapkan banyak hal agar kelak aku tidak dapat lagi mengelak. Aku percaya apa yang dijanjikan sebuah kesabaran dan yakin pada harapan.

Aku sedang menunggumu bersama sibuk yang selalu mengganggu juga membantu. Karena terkadang kekuatanku menampung banyak nyinyiran butuh penyangga agar tak goyah apalagi melemah. Sok sibuk adalah hiburan dan slimuran terbaik selain camilan.



Ya, aku menunggumu sendirian, jangan cemburu ah. Atau cemburu saja deh biar aku gemas. Hahaha. Aku harap kaupun tidak sedang bersama siapa-siapa, wanita spesial yang mengisi hatimu misalnya dan bertitle (aku tidak ingin menyebutnya,plisss), karena jika iya, doa-doaku akan lebih kencang tentangmu. Agar tersadarlah kamu bahwa dia wanita yang salah, yang benar sedang mengetik semua ini sambil  nyamil martabak telur pake rawit. Pedes loh, marai mbrabak. MBRA-BAK-GAES.

Oh ya, beberapa cowok pernah hadir di mimpiku, yang paling jelas John Cena sih (apakah ini pertanda? Plakk!! Ojo macem-macem, Nun!), dan beberapa lagi wajahnya samar, jangan-jangan kamu mampir diam-diam. Ahhhhh, ini sungguh lucu tapi gemas. Lain kali kalo mau mampir di mimpi bilang ya, biar aku tidurnya pake kacamata. Muehehehe.



Jangan tanya kenapa banyak cowok yang mampir di mimpi aku, tanyalah seberapa rindu aku ke kamu hingga mereka seenaknya menikmati rindu kita. Datang dong kamu. Makanya kalau dikasih kode jelas sama Allah gercep dong, aku jemput pake doa dan senyuman kok, sans Beb.

Udahan ya, aku mau lanjut nugas nih, nanti aku nulis lagi tentang kamu dan semoga judulnya udah ganti “Rahasiaku Yang Masih Kurahasiakan” atau “Selamat Datang yang Halal Bagiku” tepatnya “....” karena speechlessnya aku bertemu denganmu. Aihhhhh.

Wassalam
-Kenun-
@myKingdom a.k.a @kamarTerluv

Jumat, 28 September 2018

Cas Cis Cus


Assalamu’alaikum....

Sebenernya aku tuh lagi punya beberapa keresahan. Resah karena ngerasa kok hidup aku gini banget ya, flat, nggak ada input buat sendiri pun tapi sok sibuk banget. Hanya keluar buat ngajar dan sisanya di rumah dan ngendon di kamar. Dan aku super bosen banget, meskipun di kamar aku bisa nyicil kerjaan.

Kadang aku pengin main, pengin ngobrol banyak sama temen, tapi mereka juga pada sibuk. Alhamdulillah sih bisa ngobrol lewat chat, tapi aku berasa kurang aja esensinya. Mungkin kalau face to face aku bisa lebih banyak sesuatu yang aku dapat. Aku bisa merasakan apa yang lawan bicara aku rasakan, tidak diphp in kata per kata di chat yang terkadang ambigu.

Kalau dulu aku bosen tinggal aja naik bus, turun sembarangan, nikmatin aja nih kaki mau kemana, beli minum, naik bus lagi, me time aku mah bebas tapi aku bisa nikmatin suasana baru hilang aja udah bosennya.

Kadang langsung ngikut pulang ke rumah temen, tapi itu jarang banget sih, aku pasti mikir “Yaelah, Nun, temen kamu bisa aja capek meskipun dia seneng kamu main ke rumahnya.” Jadi ga bisa sering-sering main model gitu.

Sebenernya akutuh cuma butuh ngobrol sama orang baru yang bisa buat pikiran aku terbuka. Oh gini loh, Nun. Pikiran kamu tentang ini tuh salah selama ini. Nun, di luar itu gini. Nun, isi kepala orang itu ga selalu sama dan gak bisa kamu paksa sama.

Trus, haha hihi adalah bonus, karena sudah merasa lebih segar pikirannya.

Yaudahlah, sekian. Btw, aku lagi pengin maem yam geprek tapi lagi ga pengin maem nasi. Gima dung, nasi kan partner terbaik yam geprek.

Wassalam... thank’s sudah baca semua ini. Tunggu next post ya... tunggu aja udah, wkwkwkw.

Wassalam...

Jumat, 25 Mei 2018

#RamadhannyaKenun : Yang Penting Yakin



Pernahkah kamu mengikuti sebuah lomba dan kamu yakin bahwa kamu pasti juara, dan ternyata keyakinan itu terjadi?

“Iya, saya pernah.”

---

Assalamu’alaikum warokhmatullahi wabarokatuh.

Alhamdulillah kita masih dikasih nikmat beribadah di bulan ramadhan nih gaes. Bulan istimewa yang memanjakan kita. Gimana enggak? Fadilah disetiap sholat tarawih yang subhanallah menakjubkan, suasana malam yang ramai dengan tadarusan, ngabuburit yang hanya ada di bulan ramadhan. Saking dimanjanya nih, tidur kita saja ibadah. Eittssss tapi jangan tidur mulu, nggak mau rugi kan? *muehehe*.

Nah, dimulai dari curhat (lagi dan lagi? iyess). Kalian sering nggak ketemu sama orang yang sukanya bilang,

“Ah... susah nih.”
“Bisa nggak ya?”
“Aku nggak bisa nih, kamu aja yang kerjain.”

Sering kan? Nggak munafik, aku juga termasuk orang macam itu, tapi zaman dulu sih, zaman di mana seorang Kenun ketika diberikan tugas mindsetnya menafsirkan itu adalah beban. *hadeeh*


Yaps... Jadi ketika dihadapkan pada masalah atau tugas negara (tugas kehidupan-red) dan kita berpikir itu adalah beban, yang terjadi adalah mengeluh duluan. Padahal kita belum tahu berat atau enggaknya tugas itu sebelum kita melakukannya.

Sama halnya dengan aku SMP dulu, tepat kelas 3 aku ditunjuk walas buat lomba pidato mewakili kelas. Awalnya ragu sih, tapi yakin walas nggak bakal asal nunjuk kalau emang akunya nggak mampu *ceileeee, sa ae rang pede mah*. Meskipun aku berharapnya ditunjuk wakilin kelas buat lomba cerdas cermat *ngakak*, tapi beneran aku pengin banget ikut lomba itu *ngakak gulung-gulung*.

Dan lomba pun berlangsung, ternyata nervous cuma berlangsung di menit pertama doang, selanjutnya enak banget aku ngomong. Setelah mengamati peserta lainnya, kok aku jadi yakin aku pasti dapet juara nih, juara 1 pula (Ya Allah pedenya hambamu ini menakjubkan banget). Dan apa yang terjadi, pas diumumin di upacara aku beneran dapet juara 1 dong. (wagelaseh, aku senyum-senyum gak jelas gitu sambil maju ke depan. *sombongnyaaah*...

Bukan masalah sombong sih (meskipun ada dikitlah), aku senyum-seyum  itu sambil mikir sih karena ternyata apa yang aku yakinin beneran kejadian. Inikah yang dinamakan Keyakinan membuat segalanya jadi mungkin dan Cinta membuat segalanya jadi mudah *plakkk*.  Setelah moment itu, aku mulai mengubah mindset bahwa apa yang kamu yakini itulah yang bakalan terjadi. Jadi sejak itu aku selalu bilang “Nun, Kamu pasti bisa! Bismillah..”



-Terus apa yang kamu yakini pasti terjadi, Nun?



Enggak dong, enak banget hidup akoh kalau gitu.

-Loh, kok?

Karena apa yang kita yakini belum tentu itu baik buat kita, Jadi tetep yakin aja Allah kasih kita yang terbaik lewat keyakinan yang nggak terealisasi itu tadi. Setidaknya lewat yakin kita bisa lebih semangat dan nggak gampang mengeluh, jadi jatuhnya lebih enak ngerjain sesuatu ngak dipikir beban kaya yang dulu-dulu.

Tapi ngerti nggak kalau aku pernah meyakini ke”tidak yakin”an? Bahkan sering, karena berbagai faktor dan alasan. Dan itu sampai sekarang. Meskipun aku selalu yakin, tapi meyakini ketidak yakinan adalah masalah yang belum terpecahkan buat aku pribadi. Namun setidaknya aku selalu yakin bahwa Allah bersama orang-orang yang sabar dan orang-orang yang beriman , Ketika aku meyakini ketidak yakinan karena memang itulah yang harus aku yakini (eaaakkkk mulai butuh asupan bakso nih olang *mueehehe*). Mungkin karena kau tipe pemikir kali yak. Semoga selalu sabar biar bisa disayang Allah, trus dikirimin jodoh. *plakkk*



Yaudah segitu aja, kita harus yakin ibadah kita di bulan ramadhan lancar dan barokah. Aku juga yakin besok bakalan bisa nulis #RamadhannyaKenun Day 10.  Amiin. Eh, kalian punya kisah yang sama nggak tentang yakin ini? Share dong...

Wassalamu’alaikum warokhmatullahi wabarokatuh


(Kecup sayang sama semuanya yang udah mau baca) *yakin aja deh*

Sabtu, 27 Januari 2018

JANGAN 50% dan FREEONG, BERAT. PELAN-PELAN SAJA.


Assalamu’alaikum... Akhirnya aku ingat kalo punya blog. Hehe. Alhamdulillah meskipun niatnya nulis Cuma mau curhat doang.

Jadi gini, Harbolnas yang diadakan setiap tanggal 12-12 itu adalah hari belanja online dengan diskon besar-besaran. Nah, karena aku sukanya buku, jadi udah ngincer dong toko online mana yang ngasih diskon aduhai tralala sejak awal bulan Desember. Ketemulah deh sama Gramedia.com yang cocok buat kantong aku yang udah ngap habis dikuras buat ngerjain tugas diksar.

Bayangin coy, diskon 50% setiap bukunya plus gratis ongkir pula, kerja sama dengan ekspedisi ARK Express, gimana nggak mimisan nih pecinta buku. Aku aja sampai bingung pilih-pilih buku mana aja yang masuk list dan sesuai budget. Mana ada embel-embel pengirimannya cepet kan. Duh.... udah girang aja liburan bakal baca buku-buku inceran. Dan aku juga nawarin temen ngajar kali aja minat, eh beneran mereka mau order juga. Alhamdulillah, aku kan seneng jadinya kalo belanja banyak gini. Wakak.

Singkat cerita lancar deh proses order sampai bayarnya. Nggak ada kendala sama sekali. Dari awal juga nggak ada curiga, ngapain juga curiga sama toko sekelas Gramedia, yakinlah mereka bakal profesional.

Dan jeng jeng jeng.... Drama Harbolnas dimulai. Dan baru sekali ini aku belanja pas harbolnas main drama-dramaan. Pemainnya pada maya lagi, set dah.

Dengan alasan membludaknya orderan (yaelah harbolnas ini, ya jelaslah) tim gramedia.com janji selambat-lambatnya tanggal 22 Desember 2017 pesanan bakalan dikirim. Dan okelah akupun menunggu dengan sans dan cans.

Eng ing eng, setelah janji tak kunjung ditepati, akupun resah dong. Akhirnya kepoin fanpage dan twitternya gramedia.com, dan udah banyak aja yang komplain. Dah aku juga ikutan dong , muehehe. Ternyata nggak dapet respon. Soalnya nggak enak juga kan temen ada yang nitip ini.

Alhamdulillah, tanggal 21 Desember jam 2 siang,  aku dapet surel kalau pesanan aku dalam perjalanan, girang dong, tapi pas scroll ke bawah kok ya ngagetin. Dari 8 buku yang aku order Cuma 1 doang yang dikirim, Sirkus Pohon-nya Andrea Hirata. Serius nih? Akhirnya kepoin lagi medsosnya Gramedia.com, dan ternyata emang buku dikirim secara berkala. Jadi yang ada stok ya dikirim, sementara yang nggak ada masih diusahakan dicari di gudang penerbit. Tapi ini serius satu buku doang? *krayyy hard* dan buku itu sampai di rumah aku tanggal 28 Desember (lama bingit) dengan tambahan ongkos bensin Sang Kurir.

Tanggal 25 Desember aku dapat surel lagi dengan keterangan 2 buku yang dikirim. Petjah-nya Oda Sekar Ayu sama Pingkan Melipat Jarak-nya Sapardi Djoko Damono. Dan paket sampai tanggal 2 Januari 2018 plus ongkos bensin Sang Kurir. Hadehhh, tekor dah.

Surel ketiga dikirim tanggal 3 Januari 2018 dengan keterangan 3 buku yang dikirim, Paket Boy Candra, Dan ini pesenan temen ngajar aku. paket sampai tanggal 9 Januari. Paket tercepat dan tidak usah ongkir tambahan, kurirnya beda, bapak kurir yang baik. muah.

Surel keempat, iya empat muehehehe, tertanggal 15 januari 2018 dengan keterangan 1 buku yang dikirim yaitu Hujan Bulan Juni-nya Sapardi Djoko Damono. Gusti Allah, berarti tinggal satu buku lagi dong. Berat banget harbolnas tahun ini. Dilan, bukan rindu aja yang berat loh. Aiiihhh. Jeduaakkk!!!. Dan paket mendarat syantik saat aku capek pulang rapat, tanggal 24 Januari 2018. Langsung muka aku segeran. Hahay.

Nah, mau tau tau episode selanjutnya seperti apa? Dan bagaimana nasib 1 buku aku yang belum dikirim itu? Tunggu post selanjutnya yay...

EIIITTTTSSSS.... Ada yang senasib nggak nih? Share dong di kolom komentar, kali aja pernah belanja online yang pelayanannya nyebelin gini? Biar apa nun? Biar nggak sebel dewean. Wakak.

Ini yang udah sampai dan selesai dibaca. Aku nggak kalap banget sih, cuma order 5 buku. budget boookkkk.

Babai, Wassalamu’alaikum.
Terima kasih udah baca.

Nun.

Selasa, 05 Desember 2017

InsomINUN: Baca, Lihat, Dengar (?)

Seduhlah secangkir kopi, lalu nikmati apa-apa yang ia tinggalkan setelahnya.



_-_-_

Assalamu'alaikum.... ya beginilah lagi nggak bisa tidur, syukurlah jadi bisa nulis blog. sekadar casciscus nggak penting, no problemo lah yay, suka-suka aku. *ngakak hard kemudian krik*

So, aku  udah mulai baca buku lagi nih yang lama banget dianggurin karena nugas yang berfaaedah bagi masa depan, amiin.

Diawali dengan buku "Rentang Kisah"-nya Gitasav.
Jadi aku kenal Gitasav ini pas mainan youtube, dia sering muncul gitu di timeline. Karena tertarik dengan videonya dia yang bahas tentang kuliah di Jerman alhasil aku nonton dan ternyata videonya udah banyak banget pun yang subscribe dia. Yang bikin penasaran lagi kayaknya wajah dia nggak asing deh. Akhirnya aku tonton dong video lainnya sampai rasa penasaran ini terpuaskan (hadeh). Dan ternyata dia yang nyanyi lagu tanah airku versi keroncong yang sering aku dengerin. Bedanya sekarang dia berkerudung. Pantesan familiar tuh wajah.


Singkat cerita dari akun youtubenya dia, aku jadi follow ignya dan ternyata dia adalah social media influencer, hmmm, dia nulis blog juga. Aku suka tulisannya,nah itu kenapa aku beli bukunya dia. Yang sampai akhir november kemarin.

Bukunya menarik, banyak banget hal yang bisa kita pelajari khususnya tentang hidup. Meskipun dia lebih muda dari aku, tapi kedewasaan dari cara pandang dia patut diacungi jempol sih. Apalagi dalam memahami islam dan memaknai hidup.

Di buka dengan bab yang berjudul Ibu Selalu Salah, nah ini pastinya sering banget dialami remaja zaman now yang lagi gandrung micin. Lanjut ke zaman kuliah sampai share tentang kisah asmara dengan Paul yang beda agama sampai jadi mualaf. Upss, Nggak mau spam ah, baca sendiri yay. Yang mau pinjem bukunya ke rumah.

Lanjut baca “Celia dan Gelas-Gelas di Kepalanya”, karya Lugina W.G, dkk.

Kalau buku ini baru beli kemarin di bazar buku, karena tertarik sama blurb dan ada nama M. Aan Mansyur. Alhamdulillah nggak salah pilih. Buku kumpulan cerpen terbitan Diva Press ini berisi cerpen pilihan #KampusFiksiEmas2016, pantesan bagus banget tulisannya. Pilihaaaan.... *prok prok prok*. Dan akan disusul dengan bacaan lainnya yang menunggu di rak buku dengan sabar.

Oh iya, aku juga ada draft review buku yang sebenarnya tinggal masukin beberapa kutipan dan foto. Berhubung bukunya masih dipinjam dan belum balik, ku bisa apa.. #huft (((plisss, gaes, balikin)))


Selain baca, aku juga lagi repeat nonton The Return Of Superman, sekalian lanjut karena ada shodaqoh banyak episode ini, dulu nontonnya langsung di youtube sih nggak kepikiran disave (hadeehh). Suka banget dapet ilmu parenting sekaligus hiburan. Muehehe. Bekal coy kalau nanti jadi emak-emak.

Oh iya, Aku juga lagi kepikiran ide biar nulisnya jadi rajin (insyaallah), bikin project nulis cerbung asik kali yay, banyak draf novel aku yang mangkrak lama dan udah mulai kriput(?)... gimana? Gimana? Gi-ma-na???

Finally, kita tutup blog ini dengan quote dari buku Rentang Kisah,

Kita Cuma bisa mengandalkan diri sendiri untuk bisa meraih apa yang kita inginkan,


So, terima kasih udah baca. Tunggu post aku selanjutnya (asikkk nulis lagi, tahun depan, diyeeengggg). Wassalamu’alaikum...


Nb: Nulis ini ditemani lagunya IU, Jessica Jung dan Destiny's Child. *binaran mata penuh cinta*

Kamis, 09 November 2017

WAKTU

Assalamu'alaikum..... Gimana hari ini? seru nggak? aihhh lama kali ini gak nulis. Mumpung nugas onlinenya lagi muter-muter, nungguinnya sambil nulis asik alig pasti. wakak....



Waktu adalah nikmat yang Allah berikan namun sering kita lalai terhadapnya. Contohnya aku, orang yang dulu suka nunda-nunda nugas dengan alasan, “Ah... udahlah Nun masih lama ini deadlinenya. Santai aja. Nikmatin waktu buat santai biar ntar pas ngerjain otaknya fresh.”


Dan apa yang terjadi. Dikerjainlah itu tugas pas deadline udah bener-bener mepet. Super duper kalang kabut dan efeknya jadi kemana-mana. Telat makan dan jatuh sakit adalah bonus dari kesewenang-wenanganku mempermainkan waktu. Hadeh, pliss.


Karena tugas dikerjainnya mepet, otomatis hasilnya nggak sesuai dengan apa yang diharapkan. Malah jauh dibawah apa yang aku mau. Istilahnya Gatot, gaes. Dan setelah gagal timbullah penyesalan yang menenggelamkan semua semangat dan ion-ion postif yang ada. Dan berakhir pada kata terpuruk yang memperburuk apa yang sudah buruk.

Dari sekian kegagalan yang aku alami. Kegagalan terbesar adalah sat aku mengecewakan orang yang aku sayang dan berjasa dihidup aku. Dan itu semua berawal dari manajemen waktu yang semaunya aku. Dan berdampak besar baik bagi aku pribadi maupun bagi mereka.

Dari situ aku mulai paham apa makna dari waktu adalah pedang. Pedang yang menebas mampus banyak hal ketika aku tidak bisa menggunakannya dengan semestinya. Yakali pedang buat korek-korek kuping, atau buat nyikat cucian, apalagi buat makan cilok. Yaaah Be-gi-tu-la...h.

Dan aku juga mulai paham bahwa aku harus belajar dari kesalahan untuk merubah diri jadi lebih baik. Ketika penyesalan datang dan membuat semuanya buruk, aku tidak harus terus-terusan terpuruk dan menangisi kesalahan yang sudah diperbuat. Atau malah ngrengek-ngrengek minta sama Allah buat sekali aja muter waktu atau jadiin pintu kemana sajanya Doraemon jadi nyata.

Allah masih ngasih waktu buat aku. Meskipun awalnya susah karena beberapa kebiasaan buruk dan lupa menjadi faktor utamanya. Mulai menikmati waktu dengan hal-hal yang postif merupakan kemajuan buat aku. berusaha nggak telat dan menelatkan. jaga kesehatan biar gak gampang sakit, dan rajin menabung. Kok? #abaikan

Seperti malam ini, aku sedang bersyukur karena sesuatu hal yang membuat aku gaenak tidur belakangan ini. Setidaknya aku bisa mengenal tentang diriku dan diriNya lebih dalam lagi. Terima kasih. Selamat menikmati tengah malam. Wassalam

Sabtu, 02 September 2017

YESS... I'M ON DIET!

Assalamu'alaikum, semuanyaaa..... Mengawali September yang insyaallah ceria ini daku meu hidupin blog yang sudah lama mati suri (azekkkk), sekalian bayar hutang nulis gitu. so happy reading... harus happy dong, iya dong...eakkk

😎😎😎






"Ah... ngapain diet sih... nikmatin aja.."
"udahlah... gendut ya gendut aja."
"kamu diet? ga bersyukur banget deh.."


Mungkin kalimat balasan seperti itu yang bakalan kalian terima ketika bilang, "gaes.. aku diet." meskipun gak semua jawab sejujur itu sih. 

Kenapa aku angkat topik ini? ya, karena aku lagi ngejalanin ini dan pengin share aja.

Okeh, aku udah bongsor sejak kecil dan kenapa baru ngejalanin diet karena beberapa alasan:
  1.  Aku mudah ngap saat beraktivitas, dan itu ganggu banget
  2.  Aku baru sadar kalau pola hidup aku itu enggak sehat.(yaps, baru sadar *pengin nangis*)
  3.  Seragam aku pada nggak muat. (boleh ngakak kok)

  Aku orangnya cuek sih ya, jadi omongan orang nggak masuk di list alasan. #fyi

Dulu, sekitar tahun 2010 aku pernah kurus banget karena sariawan seminggu. Dimana aku nggak bisa makan, cuma konsumsi adem sari sama larutan. Dan bangun-bangun muka udah tirus dan tubuh aku yang tadinya bulet bisa tegak menjulang kayak angka 1. Happy? iya dong happy,*jingrak-jingkrak depan kaca* setelah 20 tahun hidup aku baru ngerasain yang namanya kurus coy. Tapi sumpah nakutin, semuanya bergelambir, dan... okeh lupakan... sampai kini ku kembali menggendats lagi.

Faktor yang buat aku gendats lagi adalah pola hidup yang nggak sehat. Jadi aku minim aktivitas tapi makan banyak. Laper ya makan, ngantuk ya tidur, kerja ya cuman beberapa jam, trus nggak ada olahraga rutin. Jadilah Kenun Menggendats maksimal.

Akhirnya, tahun ajaran baru pun dimulai. Dan seragam aku pada nggak muat. Baru ngajar 15 menit ngapnya luar biasa. Dan muncullah niat diet dari lubuk hati yang paling dualeeemmmm. 

Aku nggak mau diet yang minum apa gitu tapi tetep bebas makan. Kayaknya enggak asik aja. Selain mahal ya emang menurut aku kurang sehat lah ya...

Berkat sharing sama temen, akhirnya aku mulai nyoba yang namanya "DIET KESEIMBANGAN" kamu bisa searching di facebook, ada fanpagenya loh, cek di sini. Dan banyak yang berhasil. Aku pribadi nggak pengin cepet kurus sih. Belajar dari pengalaman kurus sebelumnya, jadi selow aja, meskipun awalnya super shock lihat timbangan badan. 

Jadi diet ini ngelarang kamu makan nasi, segala macam gorengan dan makanan instan. Yang bikin nyesek sih, nggak boleh ngopi (Ku sedih) tapi emang temen aku jauh-jauh hari udah ngingetin kalo kurang-kurangin deh tuh ngopi instan. okeh fix, tekad bulat.

Dalam sehari juga wajib olahraga selama 1 jam. Susyah banget ini. Tapi aku bertahap sih, yang awalnya mampu 15 menit perhari alhamdulillah sekarang udah bisa istiqomah 45 30 menit perhari. 😎 

Diet ini juga punya jadwal makan plus menu yang harus ditaati. Kamu bisa cek sendiri ya gaes di fanpagenya. 


Hasil nggaK, NUN?

Man Jadda Wa Jada... Alhamdulillah, seminggu DK seragam udah bisa dikancing. Udah nggak ngap lagi pas aktivitas. Ku bahagiaaaaaaa, hingga ku rayakan dengan bakso semangkok. yaps... 😭😭😭😭😭😭😭😭 padahal bolehnya makan bebas kalau udah sebulan DK. (Ampuni Kenun, Ya Allah. jadi kamu bisa makan apa yang kamu mau setelah sebulan diet keseimbangan, dan pastinya seporsi aja yah.

Udah 28 hari diet sih, meskipun masih amburadul dan demen banget khilaf, lumayanlah ya sekiloan lebih turun berat badan ini. Apa lebih ya? coba gendong dulu deh, eh... gimana??😜

kalo menurut aku sih diet ini aku rekomendasikan sangat. Kalau udah mulai enak deh, gausah tunda-tunda lagi, aku nggak ada lemes-lemesnya di hari pertama. Cuman godaan ajah banyak, kudu kuat. Istiqomahnya juga agak berat. Etapi harus semangatttt.

TIPS? 

Kamu harus pinter-pinter ngatur menu sih. Tetep yang namanya karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dll. itu tetep dikonsumsi. Yang penting kebutuhan kalori kamu harus terpenuhi. Jangan penginnya kurus tapi enggak makan apa-apa. Salah itu, iya salah.

Gimana cara ngitung kalori yang dibutuhkan tubuh? yaps, tiap orang nggak sama kebutuhan kalorinya. Kamu bisa ngitung jumlah kalori yang tubuh kamu butuhin di sini. Gampang kan?

Alasan diet kamu juga harus bener loh ya, gausah ngoyo mau turun sepuluh kilo dalam seminggu. Entar tubuh kamu shock, trus sakit, kan aku gaikut repot sih, kamunya kasian (cieee perhatian).

Trus harus dengan perencanaan yang matang (azekkk). karena sesuatu yang direncanain itu hasilnya lebih baik dari pada yang asal jalan.

Yang terpenting, JANGAN LUPA MINUM AIR PUTIH. 

Alhamdulillah... selesai juga tulisan kali ini. semoga bermanfaat ya. Amiin. 

Selamat Hari Raya IDUL ADHA, Semoga Berkah.
Terima kasih udah mau baca. Wassalamu'alaikum... 😌

nb: kapan-kapan aku post deh, olahraga apa aja yang sudah aku lakuin. bai.

Selasa, 13 Juni 2017

Nama adalah Doa


Assalamu'alaikum... Hai gaes, i hope you have a good days meski gerimis syahdu... Happy fasting buat yang menjalankan, hari ke-18 nih, alhamdulillah ya...

Pernah nggak sih kamu berpikir kenapa ortu kita kasih nama itu buat kamu? Oh tentuuu. Terus udah tau belum arti nama kamu? Udah, terus? πŸ˜…

Kaya aku nih ya, arti nama aku 'mata yang bersih'. Terus aku mikir kan ya (dulu pas kecil) mata aku nggak bersih-bersih amat, malah di salah satu bola mata ada bercak coklat gitu. Eh lama kelamaan karena suka nonton tv deket banget feat baca buku sambil tiduran, sekarang mata aku rabun. πŸ˜‚

Iseng-iseng aja nih cerita ke rekan-rekan ngajar pas jam santai. Tentang arti nama aku dan faktanya mata aku sekarang yang rabun. 

Eh, Bu Dijah (rekan kerja tertua nomer 3 😘, ustadzah) jawabnya gini (kurang lebih ya, lupa, udah lama soalnya)...

Nama itu doanya orang tua buat anaknya. Mungkin sampeyan mikir kalo mata bersih itu yang bola matanya bersih, yang nggak rabun. Tapi coba dipikir, mata yang bersih dari maksiat. Nggak pernah lihat hal-hal yang maksiat atau dilindungi dari melihat hal-hal yang nggak seharusnya dilihat.

Jleb!!! Iya ya. Emang aku butuh banyak-banyak ngobrol nih biar cerdas. Terus inget deh beberapa pengalaman.

Pernah pergi ke pemandian banyu biru sama temen-temen nih. Nah, di pojokan-pojokan itu, katanya, banyak yang kencan. Trus aku bingung, mana sih gak ada lhe... Eh lupa aku kan rabun ya, pake kaca mata pun aku masih gak jelas aja liyat yang di pojokan itu. Akhirnya nyerah.

Sebenernya ada satu lagi sih kejadian yang buat aku sadar banget, kalo nama bener-bener doa dari orang tua. Sampai-sampai temenku bilang gini, "Ya Allah, enak banget jadi kamu. Nggak bisa lihat hal menjijikkan kaya gitu. Iri deh." Tapi gausah diceritain lah ya. Detailnya. Agak ekstrim yang ini.

Well. Aku nggak munafik. Aku suka nonton acara kaya Asian's Next Top Models yang you know lah acaranya piye. Tapi aku nontonnya emang karena suka fotografi sama fokus ke fashionnya sih. Aku juga suka nonton film india (pilih-pilih sih lihat yang masuk box office aja) sama drama korea. Nah... Tapi anehnya pas aku disodorin film yang katanya biru itu, temenku ampe geleng-geleng nyerah karena aku nggak ngerti itu apaan. Sumpah aku emang nggak ngerti. Wkwkwk. Kekuatan doa ortu mah pelindung terbaik.

Itu aja sih yang mau aku share. So, meski namamu pasaran, sederhana, nggak sesuai dengan yang kamu harapkan (mugkin), tapi harus disyukuri karena nama adalah salah satu doa terindah dari ortu. Dan maknai namamu sedalam mungkin (penutup yang *apaan ini* banget.)
-
Makasih udah mau baca ya πŸ’œ WassalamπŸ™. 

Rabu, 07 Juni 2017

Bersyukur


 Assalamu'alaikum... Yuhuuu gaes, Welcome back to my blog (mueheheheh). Alhamdulillah, puasa lancar nih ya? Meskipun banyak kegiatan, tetep semangat ya. (Kenapa perhatian banget sik)


Sudahkah mengeluh hari ini? Hehe. Semua orang pasti pernah mengeluh. Aku aja nih sering ngeluh. (Tapi dulu #res)
"Dunia panas banget Ya Allah."
"Duh, tugas bertubi-tubi banget yak."
"Kenapa pake lipstik susah banget sih." *nepok jidat*
"Hadehhhh, harga cabe naik." (kek pernah belanja aja)... Dsb.

Padahal, bersyukur itu lebih buat kita bahagia dari pada mengeluh. Coba deh rasakan ekspresi kita saat mengeluh dan bersyukur. Bisa ngerasain nggak? Apa perlu bantuan? Hehe (maafkan diriku yang sok)

 

"Alhamdulillah panas, cucian kering."
"Alhamdulillah, akhirnya punya banyak tugas."
"Alhamdulillah, hari ini masih bisa bernapas dan beraktifitas."
"Alhamdulillah, bisa beli buku yang diincer."
"Alhamdulillah, bisa menikmati bulan ramadhan."

Yaps. Selain bersyukur buat kita bahagia dan lebih tenang.  Lewat bersyukur, Allah menambahkan rizqi kita. Bersyukur bisa makan, eh besoknya dikasih nikmat bisa makan lagi. Bersyukur dikasih uang jajan, eh sama Allah dikasih tambahan uang jajan lagi besoknya, lewat pak dhe misalnya. Hehe



Ternyata yahut ya efeknya bersyukur. Coba mengeluh, pastinya jatuhnya sebel, bibir cemberut, ngedumel dalem hati, ujung-ujungnya nggak ikhlas ngerjain tugas, kufur nikmat lagi dikurangin rizqinya, eh nggak dapet pahala.

Kalo bersyukur, ati adem, bahagia, senyum bonus cakep, ditambahin nikmatnya sama Allah. Alhamdulillah banget dah kalo kita pandai-pandai bersyukur. πŸ™


Jadi, sudahkah kita bersyukur hari ini? Alhamdulillah deh kalo sudah. Semoga istiqomah dalam bersyukur dan Semoga ramadhanmu berkah, gaes. Amiin πŸ™

Terima kasih sudah melipir dan bersedia baca blog ku. Tunggu post selanjutnya yay. Nighty night. Wassalam. πŸ’•