Rabu, 19 April 2017

CerpenAi : NARASIMU(S)

Slow motion, seakan terkontrol. Kakikupun berjalan pelan mengikuti irama sepoi angin berhembus. Sesekali mataku terpejam, membiarkan suasana ini merasuk dalam sukma. Subhanallah, Allahu Akbar. Lantunan itu ku remas dalam dada, tak ingin ku hentikan.

Kuhidu udara dengan hidung separuh mancungku dan perlahan masuk kerongga dada. Angin semilir yang menggoda ujung jilbabku mematikan semua rasa penat. Bunga warna-warni, semak belukar, bermacam dedaunan dan hewan-hewan kecil berpayung pohon rindang. Tuhan mengaturnya begitu rukun. Subhanallah.
Sampai pada tumpukan ilalang yang menari riang. Serta hamparan awan biru yang tersenyum syahdu. Seperti kapas putih, butiran-butiran itu berhamburan dari cela-cela ilalang dan pergi bersama angin. Seakan mereka menyambut kedatanganku, yang mungkin akan disambut kecewa olehnya.
Mata empatku, bibir tebalku, alis hitamku, pipi cabiku, dan kulit langsatku, tiada henti mereka bertasbih. Subhanallah, Allahu Akbar. Subhanallah, Allahu Akbar. Serunya berulang-ulang. Air mata sudah mengintip dikelopak. Indah, istimewa dan bahagia luar biasa bisa menikmati kesempatan ini. Alhamdulillah, keputusanku datang kesini tidak sia-sia juga.
Satu tangan kubiarkan menyentuh lepas pucuk ilalang. Mereka mengajakku menari. Namun telunjukku menggeleng. Tidak untuk hari ini ilalangku, aku sudah menunggu hari ini dan hanya untuknya. Seakan mengerti, merekapun kembali bersuka ria. Aku tersenyum dan perlahan menjauh.
Kini jalan setapak membentang panjang lurus. Berpagar pohon kamboja disisi kanan kiri jalan. Harumnya khas wewangi bebungaan. Memang hanya sekali aku kesini, dan tidak jauh beda dengan dua tahun yang lalu. Hanya daun kering dibiarkan menumpuk dimana-mana.
Kini kakiku tidak sendiri, ada sepasang lagi dibelakang mengiringi. Tanpa menolehpun aku sudah tahu dari suara sepatunya, ya caranya berjalan. Langkah sepatu yang gagah. Aroma tubunya segar terbawa angin. Tapi aku harus menoleh sekedar menyapanya dengan senyum.
Memang benar dialah yang kukenal. Jejaka yang gigih berjuang mewujudkan semua keinginannya. Yang kini mengejarku dengan jalan setengah lari, hingga kami berjalan beriringan. Senyumnya sumringah dan tak ingin temaram walau meranapun. Laki-laki sopan ini menangkupkan tangannya, aku membalasnya dengan senyum dan pejaman lembut satu kali. Dan rupanya membuat pipi putihya merah. Nafasnya terengah-engah, susah payah rupanya dia datang kesini. Dan kini pipi langsatku menyembunyikan rona merah. Astaghfirullahal adzim.
Kami hanya bisa diam, jalanku menunduk dan aku sadar dia menatapku. Aku benci itu dan sesekali membuang pandang pada tumpukan daun-daun kering. Ya Robb, takdirmu hari ini sungguh mendebarkan. Biarkan hati ini tak ikut resah. Dzikir tak henti kulantunkan. Berharap aliran darah ditubuhku terkondisikan.
Dan kami tetap diam. Aku benci suasana ini. Lima belas menit sudah berlalu. Ingin kupotong saja jalan setapak ini. Aku tak tahan bersamanya lama-lama dalam diam. Allahu Akbar, permudahkan hamba dalam misi ini Ya Rabb. Aku bingung. Aku meremas jari-jariku bersamaan dengan menutup mata.
Di tepuknya pundakku dengan lembut. Dia memandangku penuh tanya. Apa yang ada difikirannya tentangku selain beribu pertanyaan menyerbu. Dan aku hanya selalu bisa menjawabnya dengan senyuman. Percuma juga kujawab, dia belum bisa memahami bahasaku.
Langkah ini pun lama sekali tak menemukan ujungnya. Lagi pula juga salahku. Rutenya aku yang pilih. Dia mana tahu wilayah ini. Rumahku saja dia tak tahu. Yang dia tahu hanya coffe shop LEZIZ, yang terletak diujung jalan. Tempat pertama kali kita bertemu tiga bulan yang lalu dan menjadi basecamp pertemuan rutin setiap minggunya. Memang, bertanya rumahku saja dia tidak berani. Intinya, dia hanya ingin bersilaturahim baik denganku.
Sampai pada sikap dan kalimat yang dia ucapkan dua minggu yang lalu. Yang membuatku menitihkan air mata dan sangat geram. Yang membuatku berfikir akan memutuskan tali silaturahim ini. Yang membuatku membaca istighfar setiap hari agar termaafkan segala dosaku. Sampai saat ini kita berjalan beriringan senyum. Berusaha saling menutupi nervous satu sama lain.
Alhamdulillah, tiba juga.
Aku mengajaknya dengan senyumku ke arah gundukan tanah bersih itu. Kami duduk disebelahnya. Aku memberikan buku Yasiin dan tahlil kepadanya. Mengisyarat agar ia memimpin do’a untuk yang terbaring disana.
Setengah jam berlalu dengan syahdu. Aku juga sempat menitihkan air mata rindu disela-sela bacaan tahlilku. Dan dia menangkapnya dengan mengelus lembut pundakkku sekejap.
Setelah kami selesai menaburkan bunga serta air di atas nisan dan gundukan tanah tempat seseorang berbaring diam, aku memberikan sebuah amplop coklat polos dari saku tasku. Tertulis di badan diamplopnya “ Baca Di sini, Aku akan menunggumu disana”. Dia menurut dan dengan senyum aku meninggalkannya. Aku melihatnya membuka pelan amplop itu. Dan tasbihpun berlantun dari bibirku.

Assalamu’alaikum....
Untuk engkau Mas Mahdi,  yang Aku hormati dengan segala kebaikannya,
Jangan heran, ini bukan tulisanku. Kau tahu aku buta huruf dan hanya mengenali tulisan nama tempatku bekerja dan cafe langganan kita. Aku meminta bantuan teman yang mengerti bahasa isyaratku. Akupun tak tau seindah apa kata yang dia tuliskan untuk surat ini.
Terima kasih telah datang.
Jangan bertanya lagi kenapa aku tak menerima pinanganmu. Kau sempurna dimata makhluk yang tak bisa melihatpun. Jangan salah artikan sikapku. Aku sangat mengagumimu, bukan mencintaimu.
Kau ingin berteman denganku bukan? Aku memang tak bisa bicara sempurna. Tapi percayalah, aku berusaha agar kau mengenalku sewajarnya saja. Agar tidak terjadi apa-apa pada hati kita.
Kita sangat jauh berbeda, dan itu nyata. Mungkin satu yang belum kau ketahui tentangku. Aku sudah berusaha menunjukkan ini sebelumnya. Namun karena keterbatasanku menyampaikannya, sampai sekarang kau belum tahu tentang ini.
Nama yang tertulis pada nisan itu adalah nama suamiku. Dia meninggalkanku dua tahun yang lalu di tujuh hari pernikahan kami. Aku sudah janda setahun sebelum punya E-KTP.
Ada dan tak ada pesan terakhir darinya, semua sama dan tak akan mengubah keputusanku untuk tetap menjadi jandanya. Maklumi itu Mas. Aku sangat mencintainya. Akan kupertahankan sampai batas kemampuanku.
Terima Kasih. Semoga Allah melimpahkan rahmatnya selalu.
Wassalam...
Muslimah.

Aku melihatnya melipat dan memasukkan kembali ke amplop. Dia mengusap lembut nisan suamiku. Dan diam sejenak, baru dia mengangkat tubuhnya dari pusara dan berjalan santai ke arahku.
Aku menyambutnya dengan senyum ketika dia melepaskan pandangan kosong ke arahku. Berhenti tepat didepanku yang menunggunya di gerbang kayu. Helaan nafasnya yang berkumandang lirih, membuatku meremas tasbih ke dadaku. Dia memeriksa telingaku yang berbalut kerudung.
“Kau bisa mendengar sekarang?” aku mengangguk pelan. Tentu dengan alat bantu dengar ini aku bisa mendengarnya. Suaranya berat dan terdengar agak tua.
“Panjang sekali.... kau cerewet juga rupanya.” Lagi-lagi aku mengangguk, dan kami tertawa kecil.
“Jangan pakai warna ungu lagi, itu yang membuat mata orang melihat ke arahmu. Menambah keanggunanmu saja.” Sekarang kubalas dengan tinju kecil di pundaknya.
“Untuk persahabatan kita yang cetar ini, kita ngopi yuuukk.” Dia memaksa dengan guraunya. Dan lagi-lagi aku mengangguk, namun lebih keras anggukanku. Aku senang dengan kata ‘persahabatan kita’ itu.

Moccacino ini lebih nikmat dari biasanya. Hangatnya menyebar ke penjuru dada. Hatiku berdegup gembira. Jantungku juga bekerja ekstra hari ini. Banyak kudengar suara yang berlalu lalang. Dan suara beratnya sedari tadi tak bisa diam. Subhanallah.

Ditulis pada 27/2/2014.

Selasa, 18 April 2017

NGETRIP KE KAMPUNG TRIDI JODIPAN MALANG

Assalamu'alaikum...

Selamat menikmati cuaca hari selasa yang labil (pagi mendung gelap, trus hujan, eh sekarang teriknya menggigit. disyukuri lagi, untung cuacanya aja yang labil, bukan kitanya. hehe).

Mau lanjutin cerita liburan akhir tahun kemarin ya. Jadi, pulang dari Eco Green ( cek cerita lengkapnya di sini ).

Curcol dikit yak.
kita berdua nginep di rumahnya mbak aku yang ada di daerah Landungari tepatnya Jl. Tirto Taruno. Nah, setelah kita sampai disitu berbekal alamat yang dikirim lewat wa dan bapak-bapak ojek, sang penghuni rumah nggak ada -nah lo?-, tapi kita tetep nginep sih, anggap aja rumah sendiri (padahal malemnya susah tidur, padahal capek bingit).

Keesokan paginya, sesuai rencana kita bakalan ngetrip ke Kampung Warna-warni daerah Jodipan. Nah, kita kan agak bingung ya, udah pertama kalinya hidup semalem di daerah orang tanpa tuan rumah, jalan satu-satunya menuju Jodipan yang kita tahu ya naik angkutan, dan butuh ojek juga kalau mau ke Terminal Landungsari, sedangkan kita nggak tahu kemana carinya ojek (di jalan depan nggak ada pangkalan ojek gitu). Alhamdulillah, setelah beberes rumah dan mandi, datanglah Bu Dhe sama Mas Ponakan. Trus kita dikasih pencerahan -tsaahh_ gitu, "Pesen Go Jek opoo, Dek Ain.". Chuss kita pesen GO Jek langsung menuju Jodipan dengan Budget 20k. (btw, budget nggak sesuai sama yang kita rencanakan sih. hancurrr sudah).

Alhamdulillah, kita sampai dengan selamat di Jembatan DAS Brantas yang di bawahnya terpampang nyata pemandangan Kampung Tridi dan Kampung Warna-warni yang mengapit DAS.
taraaammmmmmmmm. cantik yaa....

Setelah keasikan photo-photo dan kepanasan. kita berdua memutuskan masuk ke Kampung Tridi aja. karena itu yang lebih dekat dari posisi kita saat ini.
mata ikan, ikan mata. bibir ini monyong ala-ala ikan lohan.

di sana langitnya indah ya. andai di sini sama kamu... wkwkwk

Masuk ke Kampung Tridi ini cuma bayar 2k tapi nanti dapet ganti gantungan kunci (punyaku jatuh di rumah dan rusaklah ia). kita udah langsung disambut sama ini...
iyaaa... iyaa...
lanjut deh photo-photo... asiquee banget deh, sayang panassss..

lempeng banget...

ini foto aslinya, sebelum aku crop dan jadiin pp di fb. mbak zizi jago deh motoinnya...

kalo udah gini pengen sambil ngopi aja deh.

yang di seberang sungai sana kampung warna-warni. 

semacam penikmat kopi dan sempol yang membidadarikan dirinyah...

nduts

oh... no...

duck face? kalo di aku jatuhnya monyong mujair

mural dari kampung tridi and warna-warni

yakali harus begini emang
Yaudah gitu doang sih. Seruuuu gitu. warganya ramah-ramah, kita juga kadang dikasih pencerahan sama warga -tsaahhh-, pose yang bener dengan background ini itu benernya kaya gimana. kamu juga nggak usah khawatir kehabisan minuman, karena banyak toko yang jualan makana+minuman.

idenya kreatif sih. dapet bocoran kalo kampung warna-warni ini sebelumnya adalah perkampungan kumuh, namun ide dari mahasiswa UMM, jadilah seindah ini. lebih jelasnya kalian googling ajah ya.

sekian dulu tulisan tentang ngetrip masa lampau ini -hehe-. Maaci udah mau baca.

Wassalam.
Kenun


Sabtu, 15 April 2017

WISATA EDUKASI ECO GREEN PARK BATU MALANG

Assalamu’alaikum...
Happy long weekend.... (buat yang long sih, aku mah Harpitnas)
Kali ini aku mau nulis tentang liburan akhir tahun kemarin. Yaps... tepatnya 28 Desember 2016 kemarin –so late post- wkwkwkwk. Tapi kali aja berguna buat yang lagi cari tempat liburan daerah Malang. Khususnya yang belum pernah kedua tempat ini. So cekidot.
Berawal dari penginnya aku liburan akhir tahun, akhirnya aku cari temen aja, lagi nggak pegin ‘me time’ (dibaca biar ada yang motoin). Eh nemu, akhirnya aku berangkat bareng temen aku Mbak Azizi Beibeh a.k.a Mbak Ipret a.k.a Mbak Ifa, tentunya setelah rembukan dan sesuai-in budget yang ada. Dan terpilihlah Eco Green Park Batu Malang sebagai destinasi wisata kita berdua.

ECO GREEN PARK
Ini bukan pertama kalinya aku kesini sih, dulu pernah (lupa tahun berapa, rombongan gitu dan nggak ada yang berubah ding). Jadi kita berangkat naik bus dari Grati turun terminal Arjosari ongkos 15k, naik angkutan ADL (intinya kamu cukup cari angkutan yang ada huruf "L"nya) ongkos 5k –kalo nggak salah- cuss ke terminal Landungsari, trus naik lagi angkutan warna pink –lupa kodenya apa, haha- diturunin langsung di parking areanya Eco Green tapi bayar 50k (kaya nyarter gitu) soalnya ditawarinnya gitu, nah salahnya kita manggut-manggut aja, tapi enak cepet sampai dan gak perlu dusel-duselan. Kalo buat yang rame-rame cocok banget 50k buat rame-rame. tapi saran aku sih kalian naik yang warna kuning aja, kode angkutannya BJL, ntar cuma jalan sekitaran 300m kok dan tarifnya 5k.Kalo yang naik kendaraan pribadi aku kasih petanya ajah ya. Letaknya diapit JTPark I dan JTPark 2 kok.

Wisata ECO Green Park adalah wisata edukasi yang keyen abis, adem lagi, , jadi tuh ya nanti keluar dari sini dapet rapor, hehe canda ding. 

Dengan tiket seharga 70k untuk weekend dan 50k untuk weekday (hari apapun itu kalo pas liburan ya ngikutin tiket weekend –padahal udah doa biar dapet tiket weekday, hehe-) kita sudah bisa menikmati wisata edukasi tanpa harus bayar lagi (kecuali kalo mau beli something).

Di pintu masuk kita udah disambut sama semprotan air tipis-tipis yang melengkung terbungkus dedaunan dengan indahnya –ehem-. Dilanjut dengan kolam ikan koi yang yang banyak Burung Flamingonya.
maafkan kegendutanku, akunya kepedean, pas lihat hasil jepretannya. OMG, Perut aku. hiks
Dan beberapa limbah barang bekas yang didaur ulang jadi bentuk yang kreatif.
uuuuuu... tantiknya

Lanjut ke area tertutup “Rumah Serangga Dunia”. Keren deh, kita jadi tahu banyak hal tentang macam-macam serangga yang ada di dunia. Sayang fotonya banyak yang hilang. Hiks.



Area selanjutnya adalah “Walking Bird”. Areanya terbuka. Dan kita disuguhi lagi pengetahuan tentang beraneka ragam burung yang ada di dunia sembari foto-foto.

Setelah capek jalan (karena kita belum mampu sewa e-bike dan jalan itu sehat, huft), di area “Plaza Music” kita bisa santai-santai dulu mainan air yang ternyata bisa bermain music, jika kita mainin. Hmmmmm mendidik banget kan?!. Kita juga bisa istirahat makan-minum dan beli beberapa souvenir di area ini.

Eh iya, ada “Jungle Adventure” juga, tapi antrean panjang coy, Inun memilih menyerah demi mbak Azizi.  Dan ini gratis.

ada sapi benerannya loh. tapi mah cuma berani photo sama patungnya wkwkw

Lanjut lagi ke area selanjutnya, sebut saja area “Mari Beternak” aku lupa namanya, hehe –zaman baheula sih holidaynya-. Disini ada sapi, kambing, ayam, bebek, dll –dan lainnya lupa, Zonk banget sumpah-. Disini juga dikasih tahu caranya buat pupuk, bahkan kencing manusiapun dimanfaatkan –ada yang disuruh pipis gitu- tapi aku kurang tahu dimanfaatkan buat apa, keburu melipir ke area selanjutnya, Mbak Azizi gak kuat ama baunya.

Keluar dari kandang kita masih disuguhi macam-macam ayam tapi kandangnya berupa tembok dan kaca gitu, jadi nggak kebauan. Dan disebelah kanan ada macam-macam tanaman kaya pohon bambu kuning dan lain sebagainya.


curhat sama taneman. jangan layu ya jeng, aku curhatin macem-macem.

Area selanjutnya adalah area tanaman. Ada bonsai, benih buah-buahan, dll yang bisa kita beli. Sebelum itu juga ada area “Belajar Mengelolah Sampah”. Mungkin juga bisa menginspirasi kalian cara mengelola mantan, iya mantan, mantan kaleng minuman, mantan bungkus kripik –sa ae rang jumlu mah-.

buanglah sampah pada tempatnya. kalo mantan dibuang jauh-jauh aja, nggak perlu mikirin mo dibuang kemana. buang aja, buang. -omg-


Sepanjang jalan menuju area selanjutnya kita disuguhi aneka macam burung yang ada didalam sangkar kacanya masing-masing. Ramai banget disini coy. Sahut-sahutan gitu, apalagi burung beo, kalo ini sekolah burung sih yakinlah sumpah itu burung beo dalah gurunya. Hehe.

Lanjut area selanjutnya yaitu rest area lagi, tempatnya terbuka dan banyak unggas serta burung beterbangan bebas. So, kalo mau makan ya harus dijaga banget makanan dan minumannya biar nggak ketlepokan ktoran mereka. Kan nggak asik.

Area selanjutnya “Ikan dan Unggas”. Isinya ya macam-macam ikan –ada dugong loh- sama macam-macam unggas.

Lanjut area “OWL”, areanya tertutup sih, tapi hati aku tetep kebuka kok –nah lo?- . jadi pengin punya burung hantu deh, kaya di Harry Potter. Gemes sama owlnya, tidur mulu.

Area selanjutnya adalah area “Reptil”, dulu sih kita bisa lihat lewat kaca dari proses telur ular sampai netas. Tepi kemarin selambunya di tutup, tapi gak papalah tetep seneng juga.

Area selanjutnya adalah area Elang dan Foto Sama Burung Hantu. Di area elang ada diorama dimana burung elangnya keluar dari telur dan suaranya keras banget lagi. duh ile tobat.


Area selanjutnya lebih ke wahana sih. Ada Rumah Terbalik, Water Outbound buat anak-anak, flying fox buat anak-anak. Pasar souvenir .

Selanjutnya adalah Rest Area. Disini yang asik itu ada kolam ikan yang bisa makan kulit mati kita. Namanya ikan... tapi aku gakuat nahan geli, so Cuma duduk-duduk doang. Nggak makan juga karena harganya mehong. Tapi alhamdulillah boleh bawa makan minum.

Area selanjutnya adalah “Candi”, kamu bisa masuk ke dalamnya kaya goa. Tapi aku Cuma naik ke atas doang dan foto-foto. Disebelahnya ada mushola dan kamar mandi juga. Kalo kamar kecil sih banyak ya. Jadi nggak khawatir kalo mau pipis nggak jauh jaraknya.

Dan sebelum kita ke pintu keluar, ada dua wahana edukasi gitu. Aku Cuma nyoba satu. Jadi kita naik kereta masuk ke sebuah ruangan tertutup dan gelap. Disepanjang naik kereta kita dikasih gambaran dari zaman purba hingga zaman ini, serta kerusakan-kerusakan alam yang diseabkan oleh manusia.
Alhamdulillah kita selesai juga dan keluar dipintu yang sama saat kita masuk tadi.
pintu keluar-masuk

Terima kasih telah mampir dan baca blog aku. kalo mau tanya-tanya monggo tulis aja di kolom komentar. Kasih kritik dan saran juga boleh banget. (secara belepotan banget nih tulisan)

Tunggu blog aku selanjutnya yah. baca juga blog aku tentang Hawai waterpark disini . Makasih, muah muah.


Wassalam.

Jumat, 14 April 2017

UJI ADRENALIN DI HAWAI WATERPARK MALANG



Assalamu’alaikum. Jumat Barokah.

Jeng jeng jeng jeng... Welcome to Nunia’s Blog. (akhirnya ngeblog juga)

Blog baru nih, yang dulu-dulu enyah entah kemana a.k.a banyak sarang laba-laba sekaligus sarang kehampaan masa lalu (tsadissssssnya gak ketolong udah). Muehehehe, sorry suka baperan orangnya.

Thank you so much buat Mbak Ananta yang baik banget nget nget atas supportnya, dan nungguin aku ngepost di blog. Maaci juga udah muji-muji aku. Kalo pulkam tak traktir ngopi deh, yang murah aja tapi. hahaha

So, langsung aja. Di postingan pertama kali ini aku pengen share pengalaman liburan akhir semester bareng anak didik aku di TK PKK I Sumberdawesari ke Hawai Waterpark Malang. (bersyukur banget ada bahan buat ngeblog, gretongan lagi. rizqi jumlu mah gak kemana –Eaaaa Jumlu-)


Lokasi Hawai Waterpark Malang

Hawai Waterpark Malang, lokasinya mudah dijangkau gaes. Waterpark ini terletak di JL. Perumahan Graha Kencana Malang. So, kalo kalian naik bus dari arah Probolinggo/Pasuruan dan Surabaya ke Malang, tinggal bilang aja sama kenek busnya, “Bang turunkan harga cabe, Bang.”. canda ding. Ya kalian tinggal bilang aja turun perumahan Graha Kencana Malang. Tinggal masuk jalan kaki 15-20 menitan –tergantung beban hidup-, sampai deh. Kalau mau naik kendaraan pribadi, juga okeh-okeh aja, nih aku kasih petanya.

Tiket Hawai Waterpark Malang

Weekday (10pagi-4sore), 75k
Weekend (8pagi-5sore), 100k
Karena kemarin aku berangkatnya hari selasa yang adalah weekday jadi tiketnya 75k. Karena pilih paket sekolah jadi kita dapat lunchbox. Menunya bisa milih kok macem-macem. Kebetulan rombongan setujunya ayam tepung. Jadi isi lunchboxnya, nasi+ayam+sambel+Aqua gelas. Karena makan siang jadi dikasihnya pas jam12. Kalau dikasihnya sebelum subuh namanya makan sahur. Kalo dikasihnya pagi namanya sarapan. Kalo...... (hadehhhhhh)

Oh iya, di bulan April 2017 ini banyak diskonnya loh. Buruan chuss berang-berang makan coklat, berangkatttt!!

Eh iya, kemarin gurunya dapet souvenir gitu. Seperangkat alat solat dibayar tunai. Haha, canda ding, maafkan jumlu satu ini ya gaes. Sovenirnya isi kalender, kaos sama brosur. trus dapet cashback gitu. Tapi nggak dapet bonus tiket. Kalo mau info lengkapnya epon aja di contact yang aku tulis di akhir postingan ini.

Peraturan di Hawai Waterpark Malang

Penting banget, Peraturan di Hawai Waterpark Malang ini, kalian nggak boleh bawa makanan dan minuman masuk. Termasuk air mineralpun. Air boookk, di dalem banyak, haus tinggal mangap. Haha. Kalo ketahuan bawa nanti bakalan disita. Tapi tenang aja, dikembaliin kok. Dalam bentuk buntelan kresek hitam besar.

Nah, aku mau kritik sedikit nih. Masalah buntelan kresek hitam. Menurut aku sih kurang sopan ya digeletakin di depan pintu masuk gitu aja. Kan kitanya mau ambil makanan yang disita jadi gimana gitu. Seharusnya barang 1 rombongan dijadiin satu, trus dikasihkan ke panitia rombongan atau gimana enaknya deh. Asal nggak hati ini ikutan disita. Loh ya?

Untuk pakaian renang. Asal nggak pake kaca mata (aku pakai sih, tapi nggak ada yang negur juga), jeans, jacket (mau renang apa gimana gaes), pakaian yang beresleting. Itu aja sih.

Wahana Hawai Waterpark Malang

Nah ini bagian yang paling seru. Selain dipintu masuk kamu bakalan disambut oleh pohon dengan dedaunan yang berwarna warni, serta bunga-bunga yang pastinya top markotop buat spot foto. Disini ada 10 wahana yang nguji adrenalin banget gaes.



  •  Hawai Water House

Tinggi minimun kamu bisa main di wahana ini adalah 90cm. Banyak banget wahana dari seluncuran yang tingginya rendah (apaan ini), sampai yang tingginya maksimum banget nguji adrenalin.

  • Akaolu Pool

Tinggi minimun kamu bisa main di wahana ini adalah 110cm. ini kolam renang biasa, tapi airnya anget.
  • Mavi Island

Tinggi minimun kamu bisa main di wahana ini adalah 90cm. Ini cocok banget buat adek-adek lucu. Soalnya banayk patung lucu yang ngeluarin air dari mulutnya buat nyemprotin kebahagiaan (unch, bahasmu Nun) ke mereka. 

  • Waikiki Beach (Tsunami Pool)

Tinggi minimun kamu bisa main di wahana ini adalah 110cm. 

dimulai dengan ombak tsunami khusus anak-anak. Kalo aku nggak salah ada 5 ombak. Seru banget pokoknya.(btw, kamu ikutan juga. Kan masih imut lah ya)
Kemudian dilanjut dengan ombak tsunami khusus orang dewasa. Nah disini, aku hampir kehilangan kacamataku (karma Nun. Kamu sih nggak taat peraturan). Akhirnya aku hanya sanggup menikmati 1 ombak saja. Nggak kebayang aja aku main ombak tapi nggak bisa liyat ombaknya segede apa tanpa kacamata. (disini hayati kecewa) tapi uji adrenalin banget nih wahana.

  • Ekolu Slide

Tinggi minimun kamu bisa main di wahana ini adalah 90cm. Jadi ini seluncuran air yang ingkat uji adrenalinnya dapet rating 9 bintang. Aku nggak nyoba sih, naiknya aja bikin ngap. Ini satu tangga sama Hula-hula slide dan Wailele slide.
  • Rainbow Fall

Tinggi minimun kamu bisa main di wahana ini adalah 90cm. Adrenalin ratingnya 8 bintang. Yaaa, aku mah suka yang 9 bintang, jadi nggak nyoba. (dijitak ibu-ibu pkk).

  • Waimea Stream River

Tinggi minimun kamu bisa main di wahana ini adalah 90cm. Beuh ini dia wahana paling santai kaya dipantai. Kamu bisa pinjem doubleban seharga 34k atau singleban seharga 17k. Tinggal duduk di ban dan nikmati setiap ayunan gelombang yang datang. 
  • Hula-hula Slide

Tinggi minimun kamu bisa main di wahana ini adalah 90cm. Adrenaline ratingnya 9 bintang nih. Ada dua warna, yang pink seluncuran sendiri nggak pake ban dan harus tiduran. Yang biru, kamu mainnya harus pake doubleban. Seru deh, aku nyoba yang pake doubleban. Nagih banget. Tapi pas ngerti naiknya bikin ngap. Sekali aja cukup. bahahaha

  • Wailele Slide

Tinggi minimun kamu bisa main di wahana ini adalah 90cm. Ini seluncuran yang warna ijo. Beuh, adrenaline ratingnya 10 bintang coy. Kalo nggak inget ngapnya naik tangga, pasti aku cobain. (tapi res).

  • Outbound

Tinggi minimun kamu bisa main di wahana ini adalah 110cm. Adrenaline ratingnya 9 bintang coy. Aku gasempet kesitu sih. Karena keasyikan main di Waikiki Beach gitu.
  • Water Plaza

Tinggi minimun kamu bisa main di wahana ini adalah 90cm. Adrenaline ratingnya 7 bintang. padahal biasa aja sih. Cuma air mancur kecil yang tiba-tiba tinggi gitu. Tapi lucu, kayak nari-nari airnya.
Itu tadi cerita liburan aku di Hawai Waterpark Malang. Keren banget deh. Cuman lebih keren lagi kalo boleh bawa makanan dari luar sih. Mehong bok harga makanan di dalem.

Kalau mau info detailnya, contact aja di (0341) 4351797 – 4351795 . customer servisnya ramah, cantik pula. haha

Sekian dulu ya postingan pertama aku di blog baru ini. Wkwkwkwkwkw (ngapain ngakak nun?). tunggu postingan selanjutnya. Wassalam.